Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Showing posts with label Kriminal. Show all posts

Nenek Dithan, Karena Mencuri Enam Piring

TANGERANG Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar, mengaku prihatin terkait penahanan yang menimpa Rasminah binti Rawan, warga Ciputat Tangerang Selatan, Banten, karena dugaan mencuri enam piring dan baju milik majikannya.

“Seharusnya tidak perlu ditahan. Sebab, usianya sudah sangat lanjut dan perkaranya pun tidak besar. Cukup dengan jaminan saja,” kata Patrialis Akbar, saat ditemui seusai acara peresmian Program Pemulihan Andikpas (Restorative justice), di Lembaga Pemasyarakatan Anak Pria Tangerang, Senin (11/10/2010).

Silahkan melanjutkan membaca berita yang dihimpun oleh team Gedabruss dari salah satu media onlin Surya.co.id

Patrialis mengungkapkan, kasus yang menimpa Rasminah seharusnya tidak dilakukan penahanan dengan terburu-buru. Pihak kepolisian maupun pengadilan harus melakukan pendekatan kekeluargaan. Apalagi, bila dilihat barang yang diduga dicuri oleh Rasminah tergolong kecil.

Tak hanya itu saja, Rasminah pun hanya pembantu rumah tangga yang tidak menutup kemungkinan, barang tersebut tertinggal di rumah bukan karena dicuri. “Harus ada pendalaman kasus terkebih dahulu, sebelum dilakukan penahanan,” katanya mengungkapkan dan mengaku merasa kaget.

Harus Cross Check

Selain itu, Patrialis mengungkapkan bahwa aparat penegak hukum pun tidak boleh sewenang-wenang melakukan penahanan. Sebab, laporan dari pihak yang merasa dirugikan harus dilakukan cross-check terlebih dulu sebelum melakukan ke jalur hukum seperti pengadilan.

Karena itu, kedepannya, Patrialis mengimbau agar penegak hukum untuk melihat secara jelas kasus yang ada. “Penegakan hukum harus dilakukan secara adil bukan karena dorongan salah satu pihak. Apalagi, kasus tersebut menimpa orangtua yang sudah lanjut usia,” katanya menambahkan.

Kasus penahanan Rasminah binti Rawan bermula atas laporan majikannya bernama Siti Aisyah Matgatos Soekarno Putri dengan tuduhan pencurian enam buah piring, baju, dan sop buntut sapi. Akibat tuduhan tersebut, kemudian Rasminah ditahan di LP Wanita Tangerang sejak empat bulan lalu, dan sedang menjalani proses persidangan.

READ MORE - Nenek Dithan, Karena Mencuri Enam Piring

Lagi 'Nge-seks' Sebut Pria Lain ,Dibunuh,

bunuhSeorang ibu dua anak dibunuh kekasihnya yang marah gara-gara dia secara tak sengaja meneriakkan nama lelaki lain saat mereka berhubungan seks.

Joanne Kitchen (41 tahun), nama perempuan malang itu, sedang bercinta dengan Gary Higgs (44 tahun) di kamar tidur mereka ketika Joanne tiba-tiba berteriak, "Chris, lebih keras." Higgs, saat mendengar nama itu bak disambar petir, ia menjadi sangat marah, menghambur turun ke dapur, mengambil sebuah pisau, lalu kembali ke kamar dan menusuk Joanne sekali di bagian punggung dan sekali di dada. Setelah Joanne terbaring sekarat akibat luka-lukanya, Higgs mencekiknya hingga tewas dengan kabel listrik.

Kepada polisi yang menangkapnya, Higgs mengaku, "Saya tidak tahu persis apa yang saya pikirkan (saat itu). Saya mengambil pisau itu dan membawanya naik ke kamar tidur. Saya tidak ingat apakah saya ingin menyakiti Jo saat itu. Yang pasti saya hanya sangat marah. Dia terluka parah. Saya ingin mengakhiri penderitaannya. Saya ambil kabel listrik dari jam alarm di samping tempat tidur dan mencekiknya hinga meninggal. Saya benar-benar sangat menyesal atas apa yang telah saya lakukan."

Telegraph, Rabu (8/9/2010), melaporkan, Higgs dihukum penjara seumur hidup setelah dinyatakan bersalah atas pembunuhan tersebut. Dia harus menjalani hukuman minimal 15 tahun sebelum dia akan dipertimbangkan untuk dibebaskan.

Hakim Andrew Gilbart, yang menghukum dia, mengatakan, "Seperti yang terjadi dalam semua hubungan, ada ketegangan dan kecemasan, termasuk soal uang. Ketegangan-ketegangan itu dapat menyebabkan ketidakpercayaan dan kecemburuan seksual. Tampaknya Anda sudah dibutakan oleh pandangan Anda sendiri bahwa dia masih bisa tertarik secara seksual bagi orang lain dan masih mudah untuk melakukan affair dengan orang lain seperti dulu dengan Anda. Tidak ada bukti apa pun, tetapi jikapun ada, hal itu tidak dapat membenarkan apa yang Anda lakukan. Dalam penilaian saya, ini adalah kasus di mana seorang pria yang posesif secara tidak masuk akal membunuh kekasihnya dalam suatu kemarahan."

Pengadilan Manchester diberitahu bahwa pasangan itu bertemu tahun 2009 lewat sebuah komunitas games di Facebook. Keduanya sudah menjalin hubungan jangka panjang, tetapi tidak menikah dan tinggal bersama di sebuah rumah kontrakan dua kamar tidur di Dumers Lane, Radcliffe, dekat Bury, Greater Manchester, Inggris.

Jaksa penuntut umum Paul Reid mengatakan, pasangan itu mempunyai masalah finansial dengan hanya Joanne yang bekerja sebagai petugas keamanan di Kolose Katolik Holy Cross di Bury. Meski Higgs mendapat harta warisan senilai 5.000 poundsterling dari ibunya, ia gagal mendapatkan pekerjaan dan pasangan itu terlihat bertengkar di luar gerbang sekolah.

Pembunuhan itu terjadi pada 13 April tahun ini, pagi hari setelah Joanne diantar ke rumah sepulang kerja oleh putrinya, Rebecca (20), yang punya pacar bernama Christopher James. Pagi sebelum pembunuhan itu, seorang perempuan yang sedang menunggu bus mendengar suara jeritan perempuan dari rumah pasangan tersebut dan orang lain melihat Higgs berdiri telanjang dada di jendela.

Bel dibunyikan ketika Joanne tidak muncul untuk bekerja, sedangkan Rebecca dan kakaknya, Belinda (22 tahun), gagal menghubungi ibu mereka melalui telepon atau pesan teks. Pemilik rumah akhirnya mengizinkan kedua wanita muda itu masuk dan ia menemukan mayat Joanne di lantai atas ditutupi selimut.

Belakangan, Higgs mengatakan kepada polisi bahwa dia dan Joanne berhubungan baik, dan tragedi itu terjadi ketika mereka bangun dari tidur.

Namun, Reid mengatakan pada sidang pengadilan bahwa dalam sebuah pernyataan kepada polisi, "Dia (Higgs) memaparkan apa yang dia katakan telah terjadi. Mereka sedang berhubungan seks dan dalam hubungan itu Joanne menyebut nama 'Chris, lebih keras'. Dia mengatakan, hal itu membuatnya terganggu, dan ia menjadi marah. Dia turun ke lantai bawah untuk membuat secangkir kopi dan kembali ke atas untuk mempertanyakan hal itu."

"Joanne mengatakan bahwa dia menyebut nama itu mungkin karena Chris berada di sana sehari sebelumnya."

Higgs mengatakan, Joanne memberi tahu dia bahwa Joanne menyebut nama "Chris" karena Christopher James dan Rebecca telah memberinya tumpangan pada malam sebelumnya dan menyebut namanya merupakan kesalahan yang tak disengaja.

Higgs berjanji untuk memeriksa apakah Joanne punya teman bernama Chris di Facebook, tetapi sebelum ia melakukannya, ia meraih pisau dapur, langsung naik tangga lagi dan menemukan Joanne berbaring di tempat tidur menghadap dinding. Reid menambahkan, "Dia menjelaskan, hal itu membuatnya semakin marah."

Pembela Higgs, Nigel Lickley, mengatakan, "Dia telah meminta saya untuk menyampaikan kepada kedua putri Nyonya Kitchen dan keluarganya bahwa dia telah menghilangkan nyawa ibu mereka. Itu adalah sebuah beban yang ia harus pikul selama sisa hidupnya."KOMPAS.com
READ MORE - Lagi 'Nge-seks' Sebut Pria Lain ,Dibunuh,

Pria Ini Koleksi 17 Gadis Bawah Umur

Bejat memang ulah PS, inisial pria yang juga mucikari dengan mengoleksi 17 gadis bawah umur untuk ditawarkan kepada peminat.

PS (27) telah berhasil mengoleksi sekian banyak gadis bawah umur untuk "dijual" dengan bandrol antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Penawaran yang dilakukan PS ini dengan hape yang dikirim ke beberapa pelanggannya.

Beruntung, polisi jajaran Polrestabes Surabaya berhasil menggerebeknya saat sedang transaksi di hotel Fortuna Surabaya. Tanpa perlawanan dan tak bisa berkutik, PS pun digelandang ke mapolres untuk penyelidikan lebih lanjut, Senin (30/8/2010).

Di depan polisi, PS mengakui bahwa ia masih memiliki banyak gadis-gadis belia yang siap "dijual". Klop dengan penemuan polisi yang juga menghadirkan gadis gadis itu dengan inisial SD dan VI dengan usia di bawah 17 tahun.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Anom Wibowo mengatakan, pihaknya membongkar kasus ini setelah menerima informasi bahwa pelaku seorang mucikari dan memiliki gadis-gadis yang masih belia.

Menurutnya, tarif untuk SD dan VI berkisar hingga Rp 1 juta. Dari jumlah tersebut, pelaku mengambil bagian antara Rp 500 hingga Rp 700 ribu. Tidak hanya itu saja, PS juga masih mendapat keuntungan dari pelanggannya.

Selain memeriksa pelaku dan para gadis yang statusnya sebagai saksi, polisi juga menyita barang bukti berupa akta kelahiran asli SD yang terlahir di Surabaya, 30 Agustus 1994. Satu lembar ijazah Madrasah Tsanawiyah, serta ponsel merk Nokia.

Kini PS meringkuk di sel tahanan Mapolresta Surabaya dan masih menjalani pemeriksaan untuk membongkar kasus ini lebih lanjut.

"Perbuatan yang dilakukan pelaku ini termasuk trafficking, karena melakukan jual beli anak di bawah umur. Gadis-gadis yang ditawarkannya berusia mayoritas di bawah 17 tahun," tutur Anom.

Ketika ditangkap, pelaku sedang menawarkan gadis berusia 16 tahun berinisial SD, dan VI, yang berusia 17 tahun. Kedua gadis itu warga Surabaya. Dari hasil pemeriksaan, PS sudah menjual dan memiliki koleksi 17 gadis di bawah umur yang siap "dijual".

Polisi menduga, PS merupakan jaringan trafficking yang meresahkan masyarakat dan memiliki jaringan khusus untuk merekrut gadis gadis belia tersebut.

Atas perbutannya, tersangka dijerat pasal 2 juncto pasal 17 UU RI 21/1997 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) atau pasal 88 UU RI 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 600 juta.kompas.com
READ MORE - Pria Ini Koleksi 17 Gadis Bawah Umur

Perempuan Muda Tewas Dibunuh di Kuburan

pembunuhan
Seorang perempuan muda berusia 22 tahun, Eko Setiawati, tewas dengan wajah hancur di kompleks Pemakaman Gunung Gadung, Kampung Legok Muncang, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Senin (30/8) sekitar pukul 20.00. Polisi menahan Muhamad Irfan (25), warga Kelurahan Bondongan, Bogor Tengah, yang diduga pelaku pembunuhnya.

Pembunuhan tersebut terungkap, setelah sejumlah warga RT1/RW16 Kampung Legok Muncang, curiga terhadap Irfan, yang melintas agak ngebut dengan motornya dari arah pemakaman. Apalagi mereka sempat mendengar teriakan orang minta tolong dari arah pemakaman khusus warga keturunan Tionghoa tersebut. Warga meneriaki Irfan untuk berhenti. Warga akhirnya menangkap Irfan, yang jatuh setelah motornya tersandung polisi tidur .

Warga pun segera menelepon polisi karena mereka curiga. Irfan yang jatuh dari motor tidak mengalami luka-luka tetapi di bajunya banyak bekas darah segar. Selain itu, wajahnya pun banyak baretan seperti bekas cakaran. Akhirnya, terungkap bahwa Irfan baru saja meninggalkan Eko di sebuah kuburan.

"Kami sangat berterima kasih atas partisipasi warga, yang segera melapor ke polisi begitu menemukan hal-hal yang mencurigakan atau janggal. Sehingga kasus kejahatan ini dapat terungkap cepat," kata Kepala Polsek Bogor Tengah Komisaris Euis Kartini, yang didampingi Kepala Unit Reserse Ajun Komisaris Indrianingtyas.

Euis menambahkan, dari pemeriksaan awal terhadap tersangka, Irfan terkena Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. "Kami masih harus mendalami, apakah pelaku melakukan perbuatanya dengan berencana atau tanpa perencanaan," tambahnya.

Irfan mengaku, ia tidak merencanakan pembunuhan tersebut. Pembunuhan terjadi setelah dia bertengkar dengan Eko saat duduk-duduk di sebuah kuburan. Mereka sampai di situ sekitar pukul 21.00 setelah putar-putar berboncengan dengan motor Irfan.

Pertengkaran keduanya, aku Irfan, tersulut karena Eko meminta Irfan untuk mengakui sebagai bapak dari janin yang tengah dikandung Eko. Sedangkan Irfan menolak untuk bertangung jawab karena merasa bukan dia yang menghamili Eko. "Saya baru pacaran dengan dia tiga bulan, tetapi dia sudah hamil empat bulan. Saya juga hanya sekali berhubungan badan denganya, itu pun pakai kondom," kata Ifran, yang sehari-hari berdagang di Mal BTM.

Karena Eko terus mendesak Irfan untuk mau bertangung jawab, Irfan menjadi kalap. Ia yang duduk di bagian atas kuburan, lalu membentur-benturkan wajah korban, yang duduk di bagian bawah, ke batu nisan. Korban sempat berteriak minta tolong dan melakukan perlawanan.

Eko seorang pembantu rumah tangga yang tinggal di Kampung Kaum, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara , Kota Bogor. Ia asal Wonosobo. Menurut Irfan, Eko mendesak dirinya untuk mengaku kepada keluarga Eko, sebagai bapak dari anak yang di kandungnya, karena Eko akan pulang kampung menjelang Lebaran ini . "Dia mau mudik, tapi takut karena tengah hamil," katanya.

Kanit Indianingtiyas mengatakan, tersangka sekarang boleh mengaku apa saja, tetapi pihaknya akan melakukan penyidikan dengan cermat.kompas.com
READ MORE - Perempuan Muda Tewas Dibunuh di Kuburan

Murid-murid Diminta Mengemis

Pemerintah Senegal meningkatkan upaya untuk memberantas pengemis di jalan-jalan di negara Afrika Barat ini. Ada puluhan ribu anak berkeliaran dengan kaki telanjang dan menyerbu mobil-mobil untuk mengemis. Mengemis telah secara resmi dilarang sejak 2005, tetapi relatif tidak berhasil.

Sebuah laporan oleh sebuah organisasi HAM internasional tahun ini menggambarkan bagaimana anak-anak yang menjadi murid-murid sekolah—ada yang baru berusia 4 tahun—dipaksa mengemis dan dipukuli kalau tidak membawa hasil. ”Kalau Anda tidak pulang dengan 250 franc (sekitar Rp 5.000), Anda bisa menderita segala macam teguran,” kata Abdourahmane Ka (12), yang tinggal di pinggiran Dakar.

PM Souleymane Ndene Ndiaye, Selasa malam, mengatakan, mereka yang mengemis akan mendapat tempat tinggal kalau meninggalkan aksi mereka di jalan-jalan Dakar dan kota-kota besar lain untuk menerima bantuan dari badan-badan amal. ”Pemerintah memulai tindakan yang lebih efektif untuk memberantas tindakan mengemis, yang dilarang oleh hukum,” katanya.

Eksploitasi murid
Dalam sebuah pernyataan, pemerintah menyatakan telah ”menginstruksikan pihak berwenang dan polisi untuk memberlakukan undang-undang yang melarang mengemis mulai Kamis”. Pemimpin-pemimpin keagamaan di Senegal, yang dikenal sebagai marabouts, mempunyai pengaruh politik yang besar di negara itu. Orangtua-orangtua mengirim anak-anak mereka ke sekolah-sekolah keagamaan yang dikelola marabouts.

Mereka berharap anak-anak mereka mendapat pendidikan agama, juga karena sekolah gratis. Namun, beberapa marabouts membuat sekolah itu menjadi industri eksploitatif dengan memaksa anak-anak muridnya meminta-minta di jalan.

Laporan Human Rights Watch menunjukkan, sedikitnya 50.000 anak di negara dengan 12 juta penduduk itu hidup dalam kondisi bagai budak. Mereka dipukuli bila tak membawa hasil yang cukup dari mengemis.

Penulis Senegal, Aminata Sow Fall, yang menulis buku mengenai mengemis, mendesak pemerintah untuk mengambil prakarsa dalam penciptaan lapangan kerja. ”Kita harus menemukan struktur untuk membantu para pengemis. Kalau mereka bisa bekerja, berikan mereka pekerjaan.”

Kamis, tidak tampak pengerahan dari polisi terkait langkah penerapan UU itu. Para pengemis pun tetap beraksi.KOMPAS.com
READ MORE - Murid-murid Diminta Mengemis

Eks Pacar Jual Foto Bugil Presenter Ayu


Koran kuning terbitan London, The Sun, bikin geger seluruh Inggris. Media itu pada edisi Kamis (5/8/2010) memuat foto-foto bugil Tasmin Lucia Khan. Dalam beragam foto di koran itu, ada pose Tasmin yang bertelanjang dada.
Saya hancur dan kecewa dipermalukan oleh lelaki yang dulu saya kira bisa dipercaya.

Padahal selama ini, perempuan ayu bernama asli Fahana itu adalah figur beken dengan reputasi bagus sebagai presenter berita sewaktu bekerja buat BBC Asian Network dan Channel Five.

Tasmin tumbuh di West London dari keluarga keturunan Bengali, India yang bertahun-tahun dijajah Inggris. Tetapi ia bukan tipikal kaum imigran yang terpuruk di negeri bekas penjajah.

Terbukti, Tasmin lulus kuliah dari Universitas Oxford dengan bidang studi yang tergolong perkara serius; politik, filsafat dan ekonomi. Kini, Tasmin yang berpengalaman di layar kaca selama delapan tahun itu merasa reputasinya jadi berantakan.

Lalu, dari mana koran kuning itu mendapatkan foto-foto bugilnya?

Seperti sudah jadi pelajaran dari banyak kasus --bahkan di Indonesia hingga muncul kampanye "jangan bugil di depan kamera"-- biang keroknya justru orang yang pernah dekat dengan Tasmin. Ia tak lain eks pacarnya yang menjual foto-foto bugil tersebut kepada The Sun.

Adapun The Sun menyebutkan, foto-foto itu dibuat antara tahun 2003 dan 2006.

Kepada MailOnline, edisi online koran Daily Mail berbasis di London, Tasmin mengaku sangat terpukul karena skandal ini, apalagi mengetahui justru eks pacarnya yang menjual foto-foto bugilnya.

"Saya hancur dan kecewa dipermalukan oleh lelaki yang dulu saya kira bisa dipercaya," sesal Tasmin. "Itu foto-foto pribadi sudah lama sekali. Kalau bukan karena tindakan jelek seseorang yang menghancurkan karir saya, foto-foto itu tidak akan berarti."

Kendati demikian, Tasmin masih bersyukur karena koleganya di BBC masih menghargainya, lagi pula dia juga masih diterima dengan baik untuk mengisi program Daybreak di ITV, mulai bulan depan.

Pihak stasiun televisi ITV tak mau bicara urusan pribadi Tasmin itu. Mereka justru menyatakan, "Tasmin adalah jurnalis dan presenter berita berpengalaman, dan kami menyambut baik dia untuk mengisi program Daybreak."

Lalu, bagaimana The Sun memberitakan hasil polahnya sendiri?

Entah apa maksudnya, edisi online koran kuning itu mengutip sumber anonim dari tempat kerja baru Tasmin dengan kalimat seperti ini, "Orang-orang dalam bahkan bergurau, heboh foto-foto itu akan memberikan 'peningkatan besar' bagi program tersebut."

READ MORE - Eks Pacar Jual Foto Bugil Presenter Ayu

Pendeta Tertangkap Punya 240 Kg Kokain

LA PAZ,Seorang pendeta dari suku Indian Aymara, yang memberikan restu kepada Presiden Bolivia Evo Morales pada saat upacara pelantikannya empat tahun lalu, ditangkap karena memiliki 240 kilogram kokain.

Polisi antinarkotika menemukan laboratorium kokain di rumah pendeta bernama Valentin Mejillones itu. Selain sang pendeta, anak dan sepasang warga Kolombia juga ditangkap. Kokain mentah itu ditaksir memiliki nilai sekitar 240.000 dollar AS.

Pendeta itu mengatakan, dia dijebak oleh orang Kolombia itu. Wakil Presiden Bolivia Alvaro Garcia mengatakan, Morales tidak memilih pendeta tersebut sebagai pihak yang mengambil sumpah jabatan presiden empat tahun lalu.

Morales yang juga berasal dari suku Indian Aymara dan mantan petani kokain, diambil sumpah sebagai presiden pertama yang berasal dari warga asli setempat. Pendeta harusnya berkhotbah, bukan terlibat narkotika secara langsung atau tak langsung.KOMPAS.com
READ MORE - Pendeta Tertangkap Punya 240 Kg Kokain

Siswi TK Dicabuli Pemuda Pengangguran dengan iming - iming Kerupuk

Suci (nama samaran), bocah berusia 5 tahun warga Desa/Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, menjadi korban kebiadaban Hasan bin Gimin, 20, penduduk asli Desa Jimbaran, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan yang tega mencabulinya. Pemuda pengangguran itu kini ditahan di Mapolres Pasuruan, Sabtu (24/7).

Peristiwanya terjadi Jumat (23/7) sekitar pukul 19.00 WIB, Suci yang siswa TK nol besar bermain bersama teman sebayanya di halaman rumahnya, ketika Hasan datang ke sebuah warung yang berada di dekat rumah korban.

Pemuda itu memanggil Suci, yang tanpa curiga datang mendekat. Hasan lalu menyodorkan kerupuk yang langsung saja diterima olehnya. Saat itu situasi sedang sepi di warung.

Hasan kemudian mengajak korban masuk ke dapur warung tersebut. Di situlah kebiadaban pengangguran itu dilakukan. Suci sebenarnya berupaya menepis tangan Hasan ketika hendak melepas celana dalamnya. Tapi tetap saja korban tidak dapat berkutik karena pelaku jauh lebih kuat.

Setelah puas, Hasan meninggalkan korban di dapur warung itu. Sedangkan korban, berlari pulang ke rumahnya. Namun dia tak memberitahu siapapun tentang peristiwa tersebut.

Kejadian itu terkuak ketika bocah itu hendak tidur, ibunya mencium bau aneh di kaki anaknya. Setelah dilihat, ternyata bau itu berasal dari sperma yang membasahi di sekitar vital Suci. Barulah Suci bercerita apa yang dialaminya ketika ditanya orangtuanya.

Karena saat itu larut, Orangtua korban baru melapor ke Polsek Puspo, keesokan harinya, Sabtu (24/7). Saat itu juga petugas menangkap Hasan di rumahnya.
READ MORE - Siswi TK Dicabuli Pemuda Pengangguran dengan iming - iming Kerupuk

Kencan,Kakek Dibunuh


Seorang kakek berusia 62 tahun yang diketahui bernama Urip Santoso, warga Jalan Sidosermo ditemukan tidak bernyawa di salah satu kamar Hotel Istana Permata, Jalan Dinoyo, Surabaya, Jumat (23/7) sekitar pukul 20.30 WIB.

Diduga dia tewas karena dibunuh oleh Ernawati, 44, teman kencannya. “Motifnya belum diketahui, sekarang tersangka masih diperiksa,” jelas AKBP Bahagia Dachi, plh Wakapolrestabes Surabaya, Sabtu (24/7).

Ernawati sendiri ditetapkan sebagai tersangka tunggal pembunuhan setelah menjalani pemeriksaan sehari semalam.

Sebelumnya, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas mencurigai kematian Urip ini tidak wajar. Dari pemeriksaan luar tubuh korban ada beberapa kejanggalan. “Ada luka ditubuh korban, seperti luka di belakang kepala dan kening,” kata seorang petugas.

Saksi lain dilokasi kejadian menuturkan, korban check in ke hotel tidak sendirian. Ia datang dengan mengendarai mobil Kijang Innova, ditemani seorang wanita, sekitar pukul 20.00 WIB.

Tak lama kemudian, sekitar 30 menit setelah keduanya masuk kamar, Ernawati keluar. Kali ini ia memberitahukan ke petugas hotel jika ada tamu yang tewas. Dengan tergopoh-gopoh ia mengatakan, korban terpeleset dan jatuh ke lantai. Setelah itu tidak bangun lagi.

Polisi yang dihubungi petugas segera datang ke lokasi dan melakukan pemeriksaan bagian tubuh luar korban.

Saat tewas, posisi korban berada di ranjang dan telanjang dada dengan posisi terlentang. “Bagian kening dan kepala belakang juga keluar darah,” kata petugas.

Sementara dari olah TKP petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa gunting kecil dan minuman ringan. Dugaan kuat mengarah ke Ernawati, karena dari pemeriksaan dibagian pelipis perempuan ini ada bekas cakaran dan ada bekas darah.

Diduga kedua orang ini bertengkar di dalam kamar sebelum akhirnya korban yang sudah berusia uzur ini terjatuh dan tewas. Selain itu, dugaan pembunuhan menguat karena dompet korban juga ditemukan di dalam tas milik Ernawati.

Dachi menambahkan, khusus untuk penemuan dompet di tas Ernawati ini, polisi juga akan menjeratnya dengan pasal pencurian. “Jadi nanti pasalnya berlapis, ada pembunuhan dan pencurian, namun motifnya apa masih kami periksa,” paparnya.

Keterangan saksi lainnya, kedua orang ini sudah tiga kali check in di hotel itu. “Mereka pernah kesini (hotel), ini yang ketiga kalinya,” jelasnya.

http://www.surya.co.id/2010/07/25/kencan-kakek-dibunuh.html
READ MORE - Kencan,Kakek Dibunuh

Dirazia, 2 Mahasiswi Tidur Bareng Pacar

Dua mahasiswi terjaring razia penyakit masyarakat (Pekat) yang digelar anggota Polsek Ilir Timur I Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (24/7/2010). Selain itu petugas menangkap basah beberapa pasangan lainnya yang tidak mempunyai ikatan pernikahan.

Oknum mahasiswi itu, sebut saja, ZAR (21) dari sebuah akademi di Palembang. Dia sedang tidur bersama pacarnya, JUL (21) asal Desa Payakabung, Indralaya, Ogan Ilir.

Pasangan lainnya, ROS (18), mahasiswi perguruan tinggi swasta yang menginap bersama pasangannya, AND (33) dari Kemang Agung Kertapati.

“Kedua pasangan ini tidak terikat pernikahan dan terjaring di Penginapan I,” kata Kapoltabes Palembang, Kombes Pol Cahyo Budi Siswanto melalui Kapolsek Ilir Timur I didampingi Kanit Reskrim Ipda AK Sambiring.

Di Hotel T, petugas menjaring pasangan lainnya, yaitu YUS (41), warga Jl Siguntang bersama pasangannya, Suhartini (45) dari Jl Candi Angsoko Palembang, kemudian ZAI (55) dari Jl Tegal Binangun bersama pasangannya, SUS (19), juga dari Jl Tegal Binangun, Palembang.

Ada pula SAF (40) dari Jl Sakti Wiratama bersama pasangannya, NUR (44) warga Dusun II Palemraya Indralaya, lantas Sahidin (51) dari Jl Embacang bersama YAN (25) asal Gandus Lorong Cahaya.

Selain itu juga AND (23) dari Griya Aneka Jaya Blok bersama pasangannya, Dina (21) dari Kompleks Permata Biru, Palembang.

“Pasangan mesum yang tidak terikat pernikahan ini didata lalu membuat pernyataan, sebelum dilepas mereka diberi pengarahan,” katanya.

http://regional.kompas.com/read/2010/07/25/00210528/Dirazia..2.Mahasiswi.Tidur.Bareng.Pacar-5
READ MORE - Dirazia, 2 Mahasiswi Tidur Bareng Pacar

Sekelompok Pria di Bekasi Paksa Pasangan ABG Berbuat Mesum & Direkam

Jakarta - Entah apa yang ada di benak pikiran sekelompok pria ini. Mereka memaksa pasangan Anak Baru Gede (ABG) yang diduga siswa sebuah SMU untuk beradegan mesum dan direkam.

Tidak hanya itu, para pelaku merekam adegan tersebut. Kedua siswa SMU ini dipaksa beradegan mesum setelah tertangkap basah tengah pacaran di sebuah lahan kosong di daerah Cikarang, Bekasi. Rekaman video ini sempat beredar dan membuat resah masyarakat sekitar.

Dalam sebuah rekaman video berformat 3gp itu terbagi dalam 2 bagian berjudul 'Delta Mas 01' dan 'Delta Mas 02'.

Bagian pertama, video yang berdurasi 3 menit 2 detik ini dengan kapasitas 2,4 MB, pasangan anak muda ini disuruh membuka bajunya masing-masing. Anak perempuan yang berambut panjang itu mengenakan rok panjang warna abu-abu dan berkaos singlet warna hijau. Sedangkan anak laki-laki, dalam bagian pertama ini mengenakan kaos dalam warna putih.

"Daripada lu diarak kampung, mendingan gw aja yang liat di sini aja. Udah keliling kampung, ketahuan banyak orang, ada polisi lagi," kata pria yang merekam itu dengan nada membentak.

Kedua korban yang mengetahui saat membuka baju itu direkam, si anak laki-laki menolaknya. "Ya, urusan gua lah," kata si perekam itu sambil membentak.

"Orang aja sama kayak elu, direkam apalagi dia pake handycam," kata si perekam.

Si pelaku juga sempat mengancam korban jika tidak menuruti keinginannya. "Kalau nggak, gw ambil motor lu," ancam si perekam.

Setelah keduanya membuka baju, yang tertinggal di badan si anak perempuan hanya kaos warna hijau dan celana dalam. Sedangkan si anak laki-laki, hanya mengenakan kaos singlet warna putih dan celana dalam.

Setelah itu, kedua korban disuruh berlari ke lahan terbuka. Setelah beberapa menit, mereka disuruh kembali ke tempat semula.

Pada bagian kedua, video yang berjudul 'Delta Mas 02' yang berdurasi 2 menit 19 detik ini, para pelaku lebih bejat lagi. Mereka menyuruh kedua korban, untuk membuka celana dalam.

Si anak laki-laki, celananya sempat diplorotkan oleh pelaku. Lalu disuruh menempelkan kemaluannya ke kemaluan anak perempuan. Awalnya, anak perempuan itu diam saja. Namun, karena terus dipaksa, dia akhirnya membuka sedikit celana dalamnya.

"Jangan nangis," bentak si perekam.

Dalam adegan itu, pria berbaju biru sempat memegang kemaluan anak perempuan. Anak perempuan itu pun menangis terisak.

Adegan ini hanya berlangsung sekitar 1 menit. Setelah itu, kedua korban disuruh berbaris. Ada sekitar 3 pria yang diduga merekam dan menyaksikan kedua korban beradegan mesum.

http://www.detiknews.com/read/2010/07/24/000722/1405647/10/sekelompok-pria-di-bekasi-paksa-pasangan-abg-berbuat-mesum-direkam?991101605
READ MORE - Sekelompok Pria di Bekasi Paksa Pasangan ABG Berbuat Mesum & Direkam

Waria Ini Tewas Dalam Kondisi Bugil

Seorang waria ditemukan tewas dengan kondisi telanjang dan berlumuran darah di rumahnya yang berada dijalan Swadaya, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Riau, Kamis (22/7/2010), sekitar pukul 11.00 WIB.

Korban berjenis kelamin laki-laki yang berdasarkan KTP-nya bernama Maksus dengan usia 49 tahun tersebut, menurut warga sekitar, kerap menggunakan busana wanita dan akrab disapa dengan sebutan Lina.

Menurut informasi, Maksus alias Lina merupakan pekerja salon panggilan, yang biasa mendatangi pelanggannya.

Kapolsek Dumai Timur, AKP Jasri Tabing menuturkan, berdasarkan keterangan sejumlah warga, sebelum ditemukan tewas seorang waria yang tinggal seorang diri di huniannya itu tampak sehat dan bugar.

"Pada tubuh korban untuk saat ini belum kami temukan tanda kekerasan. Lumuran darah yang ada di tubuh korban bersumber dari mulut, telinga, dan hidung, yang merupakan pendarahan biasa," katanya.

Guna menindaklanjuti temuan tersebut pihaknya berencana memanggil keluarga korban yang dikabarkan berada di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

"Pihak keluarga berencana akan dipanggil untuk persetujuan visum sebelum dikebumikan. Selanjutnya, kita akan memanggil saksi-saksi yang merupakan tetangga korban," ucapnya
READ MORE - Waria Ini Tewas Dalam Kondisi Bugil

Masih Saudara Kandung Kok Mesum di Hotel?

mesum
Polres Ngawi berhasil menangkap dua pasangan di luar nikah dalam Operasi Cipta Kondisi di sejumlah penginapan dan hotel di Ngawi, Jawa Timur, yang mulai dilakukan menjelang bulan Ramadhan.

"Saat dirazia di sebuah hotel, pasangan di luar nikah ini sempat mengelak dengan mengaku sebagai saudara kandung. Namun, polisi tidak percaya begitu saja," ujar Kabag Ops Polres Ngawi Kompol Suseno, Rabu (21/7/2010).

Menurut dia, setelah diperiksa kartu identitasnya, kedua pasangan ini tidak memiliki alamat yang sama. Selanjutnya, kedua pasangan ini dibawa ke kantor polisi dengan mobil petugas untuk dicatat dan diberi pengarahan.

Suseno mengatakan, razia di sejumlah hotel dan penginapan yang digelar di Ngawi ini untuk menciptakan kondisi dan memberantas segala bentuk kemaksiatan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Saat merazia, setiap kamar hotel dan tamu yang menginap di hotel dan penginapan diperiksa oleh petugas satu per satu dengan teliti.

Target razia yang digelar Polres Ngawi ini tidak hanya penginapan dan hotel, tetapi juga sejumlah lokalisasi liar yang tersebar di beberapa tempat di Ngawi.

"Sasaran kami tidak hanya pada hotel dan penginapan saja. Namun, juga di sejumlah warung remang-remang dan rumah kos yang rawan dijadikan ajang tindak asusila," kata dia.

Selain untuk memberantas penyakit masyarakat, Operasi Cipta Kondisi juga bertujuan agar umat Muslim yang akan segera memasuki bulan suci Ramadhan dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang.

"Razia juga tidak hanya dilakukan pada tindakan asusila, namun juga penyakit masyarakat, seperti judi dan minuman keras," kata Suseno menambahkan.

Ia menegaskan bahwa razia atau Operasi Cipta Kondisi akan terus digelar selama bulan suci Ramadhan hingga Lebaran mendatang.

http://regional.kompas.com/read/2010/07/21/21215683/Masih.Saudara.Kandung.Kok.Mesum.di.Hotel-14
READ MORE - Masih Saudara Kandung Kok Mesum di Hotel?

Sakit Hati, Janda Penjual Kopi Dibakar


Malang menimpa janda muda asal Desa Codo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Lilik Farida (28). Korban yang setiap hari membuka warung kopi di depan rumahnya ini dibakar oleh pria tak dikenal yang sempat minum kopi di warungnya.

Akibatnya, janda cantik itu mengalami luka bakar hebat. Mulai pinggul sampai ke atas, melepuh. Sejak kejadian Minggu malam sampai Selasa (20/7/2010) siang, korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang.

Motif kasus ini belum diketahui. Namun polisi menduga, pelakunya sakit hati akibat cintanya ditolak korban. “Identitas pelakunya belum kami ketahui. Sebab, dalam kejadian itu tak ada saksi lainnya, kecuali korban sendiri. Karena itu, kami menunggu keterangan korban,” kata Iptu Sardikan, Pjs Kapolsek Wajak, Selasa.

Sejauh ini polisi memeriksa tiga saksi, yakni orangtua korban, Sauri (80), dan Siti Fatimah (70), serta tetangganya, Kemin (35). Namun mereka tak tahu sama sekali tentang motifnya, termasuk tak sempat mengenali pelakunya.

Ketiga orang itu hanya menolong korban ketika tubuh Lilik terbakar. Api yang membakar baju dan tubuh korban itu padam setelah diguyur air. “Ketiga saksi juga tak mengenali pelakunya. Mereka tahu setelah korban sudah terbakar tubuhnya. Sedang pelaku saat itu sudah kabur,” tuturnya.

Informasinya, korban itu baru setahun lalu bercerai dengan suaminya. Untuk menopang hidupnya, janda beranak satu ini membuka warung kopi di depan rumahnya, sekitar empat bulan lalu.

Meski warung kopi itu hanya dibangun cukup sederhana, yakni dari gedek atau anyaman bambu, namun setiap hari cukup ramai pengunjungnya. Bahkan, saking larisnya sampai-sampai warung kopi itu setiap hari baru tutup tengah malam.

Itu karena pelanggannya makin malam kian berdatangan. “Setiap malam memang selalu ramai. Itu baru buka empat bulan lalu setelah bercerai setahun lalu dengan suaminya,” tutur Joko Sugiarto, Kepala Desa Codo.

Joko dan warga desa tahunya setelah tersiar kabar bahwa korban disiram bensin, kemudian tubuhnya dibakar pria yang datang ke warungnya. “Jangankan kami, petugas saja baru menyelidiki siapa pelakunya. Yang jelas, pelakunya seorang pria, yang sempat minum kopi di warung korban,” tuturnya.

Dijelaskan Sardikan, kejadian itu diperkirakan berlangsung Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu warung korban sebenarnya sudah tutup. Namun karena masih ada dua pria, seorang di antaranya diduga pelaku, masih minum kopi sehingga korban masih menunggunya.

Sambil menunggu kedua pria itu, korban mengemasi barang di dalam warung. Tak seperti pelanggan lainnya, mereka tak minum kopi di dalam warung melainkan di belakang warung itu atau di teras rumah korban.

Kedua wajah mereka tak bisa dikenal jelas karena lampu di teras itu remang-remang. Entah sempat bicara apa ke korban, salah satu dari dua pria itu mendadak menyiramkan bensin ke tubuh korban.

Bensin itu dibungkus plastik yang disimpan di dalam jaketnya. Begitu bensin sudah membahasi tubuh korban, pria itu menyalakan korek dan dilemparkan ke tubuh korban.

Di saat api berkobar dan korban berteriak minta tolong, kedua pria itu langsung tancap gas. Beruntung orangtua korban dan tetangganya, segera menolongnya sehingga api berhasil dipadamkan setelah disiram air.

Informasinya, kedua pelaku itu datang ke warung korban dengan berboncengan sepeda motor. Selain identitas kedua pria itu belum diketahui, identitas sepeda motornya juga demikian.

Namun dugaan petugas, kedua pemuda itu berasal dari desa lain. Kabar yang tersiar, mereka biasa datang menjelang tengah malam sewaktu sepi pembeli dan warung akan tutup. Disebut-sebut, satu dari kedua pria itu sudah lama menaruh hati ke korban namun tak ditanggapi. Meski demikian, dia tetap ngotot ke supaya korban menerima cintanya.

http://regional.kompas.com/read/2010/07/21/06545986/Sakit.Hati..Janda.Penjual.Kopi.Dibakar-14
READ MORE - Sakit Hati, Janda Penjual Kopi Dibakar

Video Perampokan di Lift Bikin Ngeri Tweeps Indonesia


Jakarta - Sejak Selasa kemarin, beredar video insiden perampokan di lift lewat BBM dan Twitter. Meskipun diduga kuat bukan peristiwa yang terjadi di Indonesia, tak urung hal ini membuat para Tweeps merasa ngeri.

Link video yang disebar bersumber dari Faceebok. Namun bila dicari di Youtube dengan kata kunci robbery in lift, akan keluar sejumlah video yang salah satunya video tersebut.

Tidak diketahui di mana insiden itu terjadi, namun dalam video tersebut terdapat tulisan peringatan agar "publik waspada dengan lingkungan sekitar" dalam bahasa Inggris dan bahasa Filipina.

Dalam video yang tersebar di BBM dan di ranah Twitter Indonesia digambarkan sejumlah orang yang menumpang lift. Satu per satu orang turun di lantai yang dituju sehingga tinggalah seorang pria berkulit hitam dan berhidung mancung dan dua perempuan berwajah oriental.

Tak beberapa lama, si pria menyerang seorang perempuan berbaju pink, bermaksud menguasai hartanya. Terjadilah pergumulan, termasuk dengan seorang perempuan satunya yang lebih tua. Pergumulan itu cukup lama karena kedua perempuan berusaha mempertahankan tasnya, sedangkan si penyerang membabi buta merebut tas. Ketika lift terbuka, si perampok kabur sembari membawa barang incarannya.

Sedangkan versi di Youtube, sebelum kejadian yang terekam CCTV pada 4 Mei 2010, pelaku terlihat mengincar korbannya sejak korban menunggu lift.

Sejumlah Tweeps dalam negeri membicarakan video itu. "Serem banget liat video perampokan di lift," ujar seorang di antara mereka.

"Serem abis liat video perampokan di lift yang di-share di grup BBM. God, please protect me!" ungkap yang lain.

"Gara-gara liat perampokan di lift, Mama nggak mau naik lift lagi," tulis lainnya.

Meskipun video itu diduga kuat bukan kejadian di Indonesia, namun ini kita bisa kita tarik segi positifnya yaitu selalu waspada di mana pun kita berada.

http://www.detiknews.com/read/2010/07/21/083423/1403408/10/video-perampokan-di-lift-bikin-ngeri-tweeps-indonesia?991102605
READ MORE - Video Perampokan di Lift Bikin Ngeri Tweeps Indonesia

Setelah Ditepuk, Si Cantik lalu Dimesumi

seks
Polres Bangkalan, Madura, Jawa Timur, kini mulai mengusut laporan pemerkosaan siswi salah satu SMA di wilayah tersebut.

"Korbannya seorang siswi SMA kelas I di Bangkalan dan tersangka pelakunya lima orang pemuda yang saat ini masih kami kejar," kata Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Suwarno, Selasa (20/7/2010).

Menurut Suwarno, pihaknya telah mengantongi nama-nama kelima pelaku pemerkosaan itu berdasarkan pengakuan korban saat melapor ke Mapolres Bangkalan.

Jika para pelaku itu nantinya tertangkap, menurut Suwarno, mereka akan dijerat dengan Pasal 285 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Kasus naas yang menimpa pelajar sebuah SMA di Bangkalan itu berawal saat korban berkenalan dengan seorang pemuda di depan kompleks pertokoan di Kelurahan Kraton, Kecamatan Kota Bangkalan, Minggu malam.

Kemudian korban ditepuk punggungnya oleh pemuda yang baru dikenal itu dan selanjutnya korban dibonceng oleh pelaku bersama temannya ke areal persawahan yang terletak di Kecamatan Burneh. Saat itulah peristiwa tidak manusiawi itu terjadi.

Korban sendiri ketika itu tidak bisa melawan karena pelaku semuanya berjumlah lima orang dan mereka melakukan perbuatan terlarang tersebut secara bergantian.

Selanjutnya korban diantar hingga di alun-alun Kota Bangkalan dan pelaku meninggalkan korban sendirian di sana.

"Sesampainya di rumah, korban menuturkan semua kejadian yang dia alami kepada orangtuanya, lalu orangtua korban melapor ke Mapolres Bangkalan," tutur Suwarno.

Atas kejadian itu, Kasat Reskrim meminta agar kaum perempuan terutama anak sekolah tidak mudah percaya begitu saja terhadap orang yang baru dikenal.

"Kejadian semacam ini harus menjadi perhatian para orang tua agar tidak membiarkan putrinya keluar malam sendirian, terutama yang masih di bawah umur," ujar Suwarno.

Apalagi kasus pemerkosaan yang menimpa pelajar kali ini bukan yang pertama, namun yang kesekian kalinya. Bahkan pada Januari lalu kasus yang sama juga pernah terjadi di Bangkalan dengan korban juga seorang pelajar dan pelakunya seorang kakek, ayah angkatnya sendiri.

Perbuatan asusila yang dilakukan tersangka bernisial AM (55), warga Kampung Gedungan, Desa Blega, Kecamatan Blega, Bangkalan, ketika itu tidak hanya dilakukan sekali, tetapi berung-ulang, hingga membuat korban trauma dan akhirnya berhenti sekolah.
KOMPAS.com
READ MORE - Setelah Ditepuk, Si Cantik lalu Dimesumi
 
© 2009 free space ads banner | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Framework | Design: Choen