Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

5 Tips Bikin Pakaian Murah Jadi "Mahal"

bajuApa yang membuat pakaian rancangan desainer jauh lebih mahal daripada pakaian yang bukan karya desainer? Desainer kondang mungkin menggunakan bahan yang mahal, dan jahitannya juga sudah pasti rapi. Mengapa harganya menjadi jutaan bahkan puluhan juta, boleh dibilang lebih disebabkan oleh proses pembuatan dan tentunya nama besar si perancang itu sendiri.


Tidak semua orang mampu dan mau membeli merek seperti itu. Tak jarang teman Anda yang hobi shopping pun masih senang berburu pakaian yang murah di pusat grosir. Nah, agar pakaian murah tapi lucu yang Anda beli pantas dikenakan di kantor atau untuk hangout, kuncinya adalah mengubah tampilannya menjadi lebih berkualitas. Untuk itu, ada lima cara yang bisa Anda lakukan untuk menyulap pakaian murah jadi mahal:

1. Ganti kancingnya
Anda tahu kan, kancing plastik dengan warna-warna ngejreng yang membuat pakaian terlihat murahan? Bila tidak suka dengan tampilannya, ganti saja kancing ini dengan kancing yang terlihat lebih mahal. Tindakan sederhana dengan mencari kancing yang sewarna dengan warna pakaiannya juga akan sangat menolong.

2. Permak sedikit
Anda punya celana murah yang bagian perut dan pinggulnya terasa pas sekali dengan tubuh Anda. Sayang, ujung celananya sedikit kepanjangan dan jahitannya kurang rapi. Anda bisa memendekkan ujung celana ini, supaya penampilan terlihat lebih chic. Celana pun tidak kotor karena sering menyapu lantai. Buat rok pensil Anda sedikit lebih rapat untuk menonjolkan bentuk tubuh Anda. Rapikan juga bagian pinggul yang "nguping" atau kebesaran, sehingga pinggul Anda terlihat besar.

3. Kenakan belt
Di department store Anda pasti sering menemukan atasan atau terusan yang sudah dilengkapi dengan ikat pinggang. Namun, kebanyakan ikat pinggang yang disediakan ini terlihat tipis dan kurang kokoh. Meskipun ikat pinggang ini merupakan bonus dan menguntungkan Anda, sebaiknya ganti saja dengan belt yang lebih tebal dan kuat.

4. Bahannya
Anda bisa mengubah gaya Anda, tapi Anda tidak bisa mengubah bahan pakaian yang murah. Tak peduli betapa rapi dan pas pakaian tersebut di tubuh Anda, bahannya yang murah pasti terlihat. Sebaiknya, jangan memilih kain yang lebih dari 20 persennya merupakan bahan sintetis. Bahan yang terlihat mengilap sebaiknya juga dihindari. Anda juga bisa membuang renda-renda pada atasan yang membuatnya terlihat terlalu ramai.

5. Pilih aksesori yang mahal
Anda sudah menghemat pengeluaran untuk atasan dan blazer murah meriah yang harganya bisa Anda tawar. Jadi, kini Anda bisa memadukannya dengan sepatu atau tas yang berkelas. Aksesori yang berkualitas tidak hanya membuat pakaian Anda terlihat lebih baik, tetapi juga tidak akan jebol setelah dipakai beberapa bulan. Seperti juga bahan pakaian, kita bisa melihat rupa sepatu yang murahan. Hal yang sama juga terjadi pada tas dan ikat pinggang. Paling tidak, belilah satu belt dan clutch yang mewah.KOMPAS.com

READ MORE - 5 Tips Bikin Pakaian Murah Jadi "Mahal"

Punya Rp10.000, Bisa Iklan di Kaskus

Jika Google punya Google AdSense, Facebook punya Facebook Ads, Kaskus kini punya KasAD, fasilitas pemasangan iklan di forum Kaskus yang ditujukan bagi segmen small-medium business atau usaha kecil menengah (UKM).

"Inisiatif ini muncul setelah kami menerima banyak e-mail dari kaskuser (anggota forum Kaskus). Banyak dari mereka yang ingin menjual produk, tetapi melalui iklan di Kaskus," kata Andrew Darwis, pendiri sekaligus Chief Technology Officer Kaskus Networks kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu 1 September 2010.

Selama ini, Andrew menuturkan, slot iklan yang tersedia di Kaskus hanya tersedia untuk segmen korporasi hingga enterprise. Tingkat harga yang relatif mahal membuat slot iklan di forum Kaskus tidak terjangkau segmen UKM.

Sejak itu, Andrew dan kawan-kawannya mulai menciptakan slot baru yang dinamai KasAd berupa banner sederhana di thread-thread tertentu.

"Bentuknya nanti semacam Facebook Ad. Iklan produknya akan muncul di halaman thread yang relevan," ujar Andrew.

"Misalnya, seorang pengiklan ingin menjual BlackBerry Gemini. Maka, banner iklannya akan muncul di thread-thread Forum Jual Beli yang menjual BlackBerry Gemini. Sistem komputer kami yang akan memindai dan menempatkan iklan tersebut di thread yang sesuai," jelas pria yang akrab disapa 'mimin' di dalam forum online Kaskus.

Lalu, bagaimana cara beriklan di Kaskus dengan kocek Rp10.000? Sebelumnya, Kaskuser harus mempunyai akun Kaspay. Registrasinya mudah, bahkan lebih simpel daripada mendaftar akun e-mail.

Setelah terdaftar, lakukan top up pada saldo akun Kaspay Anda. Top up bisa dilakukan 24 jam, tidak harus di waktu jam kerja. Minimal saldo untuk ditop up adalah Rp10.000.

Jika Kaspay Balance sudah terisi, Anda sudah dapat beriklan di Kaskus. Kunjungi situs KasAd, login, maka Anda akan dipersilakan untuk membuat iklan sesuai selera Anda dengan meng-klik 'Create New Ad'.

Andrew menjelaskan, di KasAd, terdapat dua pilihan cara beriklan, yaitu Pay For Clicks (cost per click-CPC) dan Pay for Impressions (cost per mill-CPM). Untuk CPM, Kaskus mengenakan biaya Rp0,5 per iklan tampil (impression). Sedangkan untuk CPC, biayanya jauh lebih mahal, Rp3.000 per klik.

"Opsi CPC memang lebih menarik daripada CPM. Di CPC, banner iklan baru akan dicopot setelah jumlah kliknya mencapai limit budget iklan," cetus Andrew.

Misalnya, budget iklan seorang Kaskuser Rp30.000 untuk CPC. Maka, iklan tersebut akan dicopot jika sudah mencapai 10 kali klik (Rp3.000 x 10 klik). Tetapi, sebelum mencapai 10 klik, walaupun impression-nya sejuta kali, iklan tersebut akan tetap terpampang.

"Semuanya tergantung kebutuhan Kaskuser. Ingin produknya cepat terjual bisa pilih CPM. Kalau ingin memperkuat branding mungkin lebih cocok CPC. Intinya, KasAd muncul untuk memudahkan seluruh Kaskuser yang mau beriklan tetapi minim budget," tukas Andrew.

“Berdasarkan hasil survei bebas yang kami lakukan baru-baru ini pada 1.079 responden, terbukti semuanya adalah pelaku aktif jual-beli online, dan 90 persen di antaranya menggunakan Forum Jual Beli (FJB) Kaskus sebagai media penjualannya," ucap Ken Dean Lawadinata, CEO Kaskus Networks dalam keterangan resminya.

"Berangkat dari fakta itu, kami meluncurkan KasAD untuk dapat lebih mengakomodasi kebutuhan user dalam mengiklankan usahanya," tuturnya. (art)

• VIVAnews
READ MORE - Punya Rp10.000, Bisa Iklan di Kaskus

Resep Sukses Para Wirausahawan Muda

Di saat banyak anak muda tengah sibuk bermain, sepuluh duta muda ini tengah sibuk bekerja keras membuat inovasi. Di saat anak muda lain tengah luntang-lantung mencari pekerjaan, anak muda ini menciptakan lahan pekerjaannya sendiri.

Sepuluh sosok wirausahawan pemenang Shell LiveWIRE Business Start-up Awards ini memiliki cita-cita besar yang mungkin tidak dimiliki orang lain. Mereka bercita-cita sukses melalui usaha yang mereka ciptakan sendiri. Wirausaha sudah menjadi suatu garis hidup yang mereka tetapkan dalam hati.

"Menurut saya, hidup hanya sekali. Terlalu disayangkan kalau kita hanya melakukan hal yang biasa. Lakukanlah hal luar biasa. Saya punya keyakinan saya bisa besar lewat (usaha) ini," ungkap Nur Kartika Indah M (23), yang merintis usaha Nata de Coco versi Singkong, Senin (9/8/2010) di Jakarta.

Pandangan gadis asal Solo ini juga diamini oleh rekan-rekannya sesama finalis. Novita, misalnya, ia mengaku sudah memiliki kemauan yang besar untuk berwirausaha sejak kuliah. "Modal saya hanya kemauan saja buat toko sepatu. Padahal dulu yang namanya stileto, high heels, wedges itu kayak apa saja saya enggak tahu. Tapi karena saya udah ada kemauan kuat berbisnis, akhirnya belajar," ujar gadis asal Depok, Jawa Barat, ini. Novita akhirnya membuat toko sepatu online yang dinamakan "Comfort Shop".

Selain kemauan yang kuat, jiwa pantang malu juga perlu dimiliki sebagai modal untuk berwirausaha. "Enggak perlu malu sama apa yang kita jual. Kalau malu, bagaimana kita bisa menghasilkan?" ujar Valdy, asal Yogyakarta, yang membuat usaha The Unique Culture yang mengangkat batik ke dalam jaket dan sepatu untuk anak muda.

Namun, menjadi wirausahawan memang tidak semudah yang diucapkan karena perlu usaha dan kesabaran. Hal ini dirasakan Ridho Arindiko S yang merintis usaha Minyak Goreng Sahara. Minyak ini diproduksi melalui proses comfilter system dengan harga yang terjangkau. "Pas awalnya kami hanya bisa jual 50 minyak. Itu sama kaya kami jual sehari seliter keliling ke mana-mana. Tapi berkat dukungan orang-orang, akhirnya di tahun ini penjualan kami alhamdulillah naik 300 persen," ujarnya.

Ia pun memiliki prinsip, "Kita boleh cita apa saja yang penting kita punya roadmap. Kita harus tekun dan konsisten. Apa pun masalahnya, pasti akan ada jalan keluarnya."

Ketua tim juri Shell LiveWIRE BSA 2010, Ahmad Djauhar, pun bangga atas apa yang sudah dilakukan kesepuluh finalis tersebut. Menurutnya, dengan berwirausaha, seseorang bisa membantu menekan angka pengangguran dan juga menciptakan lapangan kerja baru bagi orang lain sehingga kegiatan ini harus terus ditingkatkan.KOMPAS
READ MORE - Resep Sukses Para Wirausahawan Muda

Rumus dapat Fulus dari Tempat Kursus

Bekal pendidikan bagi masa depan si buah hati merupakan hal utama yang harus dipersiapkan para orang tua. Mereka tidak akan sungkan merogoh koceknya dalam-dalam demi memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya sejak usia dini.

Tapi, membekali anak dengan ilmu dari lembaga formal seperti sekolah, rasanya, belumlah cukup. Belakangan ini, para orangtua merasa perlu menambah asupan pendidikan bagi anak-anaknya di berbagai lembaga pendidikan informal. Seperti, les bahasa Inggris, les komputer, hingga bimbingan belajar tambahan mata pelajaran dari sekolah.

Karena itu, kini banyak pemodal yang terjun ke bisnis bimbingan belajar (bimbel). Salah satunya adalah Dedy Purwanto, yang pada tahun 2009 membuka usaha bimbel bertajuk AyoPinter!. Bendera usahanya adalah CV Purwadira yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Bimbel ini memiliki tiga fasilitas yaitu bimbingan belajar mata pelajaran sekolah, kursus bahasa Inggris, dan kursus komputer. Usaha ini menyediakan layanan pendidik untuk jenjang usia playgroup hingga kalangan dewasa.

Pengelola bimbel AyoPinter! mengklaim, sistem dan konsep pembelajaran di lembaganya telah teruji, sesuai kurikulum di sekolah formal. Dengan sistem seperti itu, bimbel AyoPinter! mendapat sambutan positif dari pasar.

Untuk melebarkan sayap bisnisnya, mulai tahun ini pengelola bimbel AyoPinter! menawarkan konsep kemitraan kepada masyarakat yang berminat terjun ke bisnis ini.

Ada tiga jenis paket kemitraan yang ditawarkan AyoPinter!. Pertama, Paket Standar dengan nilai investasi Rp 14,9 juta. Kedua, Paket Silver bernilai investasi Rp 54,9 juta. Ketiga, Paket Platinum seharga Rp 155 juta. Tentu saja, kelengkapan fasilitas ketiga paket ini disesuaikan dengan harga investasinya.

Pada Paket Standar, misalnya, hanya mendapatkan fasilitas modul dan alat tulis kantor, media promosi, pelatihan, dan renovasi tempat. Adapun Paket Silver akan mendapat tambahan perlengkapan seperti komputer jinjing (laptop) dan seragam karyawan sebanyak lima setel.


Hak master kemitraan

Jika memilih Paket Platimum, mitra mendapatkan peralatan dan perlengkapan yang lebih lengkap dari Paket Silver. Selain itu, mitra memperoleh hak sebagai master kemitraan di kota tempat bimbel itu berdiri. "Mitra boleh menjaring mitra lain di daerah itu," kata Sri Irdayati, Managing Director AyoPinter!.

Namun, biaya investasi awal tersebut belum termasuk biaya sewa tempat, kirim peralatan, survei, dan akomodasi pelatih yang ditanggung oleh calon mitra. Mitra juga wajib membayar biaya royalti 10 persen dari omzet, yang dibayar pada bulan kedua setelah operasi.

Pemasukan mitra bimbel AyoPinter! didapat dari pendaftaran murid baru dan biaya kursus setiap bulan. Biaya pendaftaran di bimbel ini sebesar Rp 100.000 per orang. Sementara, biaya semua kursus Rp 129.000 untuk satu periode selama sebulan. "Kami ingin membuat sebuah lembaga kursus yang bisa masuk ke semua kalangan dengan harga yang terjangkau," ujar Sri.

Dia menambahkan, setelah Lebaran ini ada tiga calon mitra yang akan membuka gerai AyoPinter!. Memang, sekarang, lembaga bimbel ini belum memiliki mitra dan baru memiliki satu gerai bimbel.

Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia, Amir Karamoy, menilai pemain di bidang pendidikan seperti bimbel sudah terlalu banyak di Indonesia. Tapi, agar masyarakat tetap berminat menjalin kemitraan, bimbel AyoPinter! harus memiliki keistimewaan dari bimbel lainnya.

Misalnya, metode pengajaran yang baru atau keunggulan kurikulumnya. "Mitra harus mencari tahu hal itu terlebih dahulu sebelum menjalankan kemitraan ini," kata Amir.KOMPAS.com
READ MORE - Rumus dapat Fulus dari Tempat Kursus

Modal Autodidak, Omzetnya Capai Hingga Rp4 Juta


Keberanian memulai usaha dengan modal autodidak, ternyata tidak menghalangi Sahid s Collection Creative Manufacture of Homeware, untuk berkembang dan maju. Bahkan, usaha kerajinan itu, bisa menghasilkan omzet Rp3 juta–Rp4 juta per hari.

Tidak semua orang berani memutuskan menggeluti usaha tanpa memiliki keahlian atau keterampilan di bidang bisnis yang digeluti. Banyak alasan masuk akal untuk itu, misalnya takut dengan risiko gagal yang lebih besar, hingga tidak memiliki keberanian untuk memulainya.

Namun, hal itu terbantahkan dengan keberanian menggeluti usaha kerajinan fiber yang digeluti oleh keluarga Ali Munawar sebagai pemilik dari Sahid s Collection. Walaupun butuh perjuangan untuk memulainya, namun setelah berjalan beberapa tahun, Sahid s Collection berhasil menjadi pusat kerajinan tangan yang menyediakan aneka hiasan rumah terlengkap di Jakarta.

Berbagai jenis hiasan rumah dihasilkan di pusat produksi hiasan rumah tangga ini.Bahkan,untuk seluruh wilayah di Jakarta, Sahid s Collection kini menjadi pemasok (supplier) satu-satunya aneka produk kerajinan yang terbuat dari bahan fiber.

Kisah sukses Sahid s Collection ternyata diawali oleh seorang lakilaki paruh baya bernama Ali Munawar. Bersama adik laki-lakinya bernama Sahid Masrun, berdua mereka memulai usaha aneka kerajinan fiber.

Walaupun tidak memiliki keahlian sama sekali dalam membuat kerajinan berbahan fiber tersebut, tapi usaha itu berhasil dirintis dengan perlahan namun pasti.

Ide awal memulai bisnis kerajinan fiber,ditekuni oleh dua bersaudara ini, setelah mereka menyaksikan pada 1995 dengan banyaknya produk kerajinan fiber berbentuk aneka buah-buahan, seperti apel, anggur, pisang, dan semangka yang diimpor dari China.

Hiasan berbentuk buah-buahan itu ternyata sangat digemari di Indonesia dan banyak ditemukan di rumah tangga Indonesia. Hiasan berbentuk buah-buahan, pada saat itu, banyak menjadi pajangan di meja makan bahkan ruang tamu. Peluang itu terbuka, ketika dua saudara ini memutuskan untuk memulai usaha pada tahun tersebut.

Diawali dengan membeli kerajinan fiber dengan bentuk aneka buah sebagai contoh, hingga akhirnya kakak beradik ini memutuskan untuk membuat sendiri dan menambah jumlah buah-buahan yang ada dan melengkapinya dengan buah-buahan lain khas Indonesia.

“Kami akhirnya memutuskan untuk membuat sendiri kerajinan fiber itu. Awalnya dengan memperbanyak jenis buah-buahan,” kata pemilik Sahid s Collection Ali Munawar.
Sebelum memutuskan untuk memproduksi sendiri aneka kerajinan fiber, Ali memutuskan untuk mempelajari bagaimana proses membuat kerajinan itu dengan cara autodidak dan sekali-kali melihat proses pembuatan di sentra industri kerajinan fiber.

Setelah ahli, barulah mereka memutuskan untuk membuat sendiri. “Tahun-tahun begitu, kerajinan fiber khususnya yang menggambarkan aneka buah-buahan sangat laris di pasar,” katanya.

Walaupun saat itu, sedang booming kerajinan fiber buahbuahan, namun Ali mengaku tidak mudah baginya untuk memasarkan kerajinan yang telah dihasilkannya. Bahkan karena sulitnya menemukan pasar yang terbuka, Ali memulai memasarkan produknya dengan menjualnya ke sesama penjual kerajinan fiber.

“Awalnya sulit, karena kita sama sekali tidak punya keahlian untuk bisnis kerajinan fiber, apalagi pemasaran,” tandas pria yang memiliki tempat industri kerajinan fiber di Jalan Inerbang, Jakarta Timur tersebut.

Lama kelamaan, kata Ali, produksi kerajinan fiber yang dihasilkan di Sahid s Collection mulai dikenal masyarakat. Bahkan lebih diminati khususnya di areal Jakarta karena kerajinan fiber aneka buah yang mereka hasilkan jauh lebih lengkap dibandingkan produk kerajinan yang sama dari China.

“Kita menjadi semakin laris karena koleksi buah-buahan kita sangat lengkap. Kalau produk China hanya ada apel, anggur saja, kita lengkap, semua jenis buah ada,” katanya.

Berbeda dengan produk impor dari China, di Sahid s Collection kata Ali, buah-buahan khas Indonesia, seperti jagung, pisang, alpukat, wortel bahkan pare dijadikan aneka kerajinan fiber.

“Itu salah satu bentuk inovasi yang kita lakukan, hingga sekarang kita menjadi satu-satunya supplier kerajinan fiber terbesar di Jakarta,” katanya.

Setelah 15 tahun berdiri, Sahid s Collection kini sudah sangat dikenal sebagai pusat kerajinan fiber. Produk kerajinan yang dibuat oleh Sahid s Collection bahkan menjadi kerajinan yang pemasarannya sudah melingkupi seluruh Indonesia. Walaupun sekarang Sahid s Collection tidak memasarkan produk kerajinannya di toko-toko atau gerai kerajinan sendiri.

“Pembeli kita adalah toko-toko souvenir atau toko kerajinan, kita sekarang menjadi pemasok,umumnya mereka datang membeli langsung ke tempat produksi,” papar Ali.
Usaha kerajinan fiber yang digeluti dua bersaudara ini, ternyata akhirnya bisa memberikan kehidupan dan penghasilan yang layak bagi keluarga mereka.

Bahkan dari awalnya, tanpa dibantu karyawan, dengan kemajuan usaha yang dimilikinya, kini Sahid s Collection telah memiliki 24 orang karyawan tetap dan belum terhitung karyawan kontrak. “Selama inovasi dilakukan pasar akan bisa dikuasai,” tandas Ali.
READ MORE - Modal Autodidak, Omzetnya Capai Hingga Rp4 Juta

Berkompetisi Dengan Inspirasi ala Pengrajin Gerabah Bantul

Berkompetisi dengan inspirasi. Mungkin ungkapan tersebut yang tepat bagi para pengrajin gerabah di Desa Wisata Kasongan, Bangunjiwo, Bantul, Yogyakarta.

Untuk bisa 'mencuri' pasar kerajinan yang cukup banyak pemainnya, maka Nita, pengrajin asal Plered pun selalu mengandalkan inspirasinya. Berbekal inspirasinya itu, Nita pun bisa menangguk omzet hingga ratusan juta setiap bulannya.

Nita, mengawali usahanya di Plered setelah pindah ke kawasan ini sejak tahun 1999 silam karena tertarik pasarnya yang bagus dibandingkan kota asalnya tersebut.

"Pasarnya lebih bagus di sini. Di sana (Plered), jarang banyak orang luar (asing). Kalau dibandingkan, di sana bisa untung 20%, kalau di sini bisa 80%," ujar perempuan kelahiran 15 Mei 1971 ini kepada detikFinance akhir pekan lalu di Bantul, Yogyakarta.

Modal awalnya sendiri berasal dari para pembelinya terdahulu. Kemudian, untuk meningkatkan produksi dan keuntungan, dia mulai meminjam kepada bank.

"Tambah order, kita cari dana, awalnya Rp 20 juta, Rp 60 juta, Rp 80 juta, masih ke bank," ujar ibu 3 orang anak ini.

Dari modal tersebut, Nita memperoleh omzet bisa mencapai Rp 100 juta per bulan dengan variasi harga dan jumlah pesanan yang berbeda-beda tiap harinya.

"Kita produksi tergantung pesanan walaupun ada beberapa yang dibuat untuk stok. Kalau ramai seneng, kita buat banyak, tapi kalau lagi sepi,kita kurangi produksinya," jelasnya.

Karyawan yang membantu Nita memproduksi kerajinan dari gerabah ini setiap harinya berjumlah 9 orang. Namun, jika pesanan sedang menumpuk, dirinya dan suami menyewa beberapa karyawan borongan. Uniknya, Nita hanya mempercayakan produksi gerabahnya di tangan para pemuda dari daerah sekitar.

"Kalau banyak ya diperbanyak orangnya, kalau sedikit dikurangi. Tapi harus dari sini karena tidak tahu kenapa mereka punya nilai seni yang baik dibandingkan ngambil orang di luar daerah. Dan setiap orang pegang beberapa model (keahlian) nya sendiri," jelasnya.

Untuk bersaing dengan para pengrajin lain di daerah ini, Nita mengaku harus berpacu dengan inspirasi untuk menciptakan model-model baru agar berbeda dengan yang lain.

"Motif-motifnya jangan sampai sama dengan orang lain. Kita bikin motif baru, baru dipasarkan kepada para tamu. Tapi harus bikin model baru lagi karena di sini pasti cepat ditiru oleh yang lain," ujarnya.

Nita merupakan pengrajin spesialisasi model primitif. Inspirasinya berasal dari cerita-cerita tempo dulu bahkan zaman purbakala.

"Inspirasinya motif primitif, kalau nggak begitu orang nggak senang. Apalagi yang ada ceritanya. Seperti bentuk Budha, kan bisa banyak model, dan itu ide saya dan bapak," tegasnya.

Dengan ide originalnya itu, Nita bisa memasakan kerajinannya di pasar nasional dan internasional. Para pembeli ada yang kontinu memesan kerajinan gerabahnya yang harganya berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 400 ribu.

"Pasar lokal itu di Jakarta, Bali, Surabaya, di Sumatera ada Bengkulu, Jambi, di Kalimantan ada Pontianak, kalau luar, kita ada Jepang, Australia,dan Belanda," jelasnya.

Nita mengatakan bahan baku gerabahnya sendiri berasal dari kawasan ini. Jadi tidak ada kendala sedikit juga mengenai bahan baku. Setelah mendapatkan bahan baku, Nita tinggal bekerja keras untuk menciptakan model yang unik.

Kemudian, dia membuat desainnya lalu membuat cetakannya. Setelah itu, baru diproduksi massal. Gerabah dicetak kemudian dibakar. Tungku pembakaran yang digunakan Nita masih sangat tradisional dan seadanya. Namun, dengan peralatan tersebut Nita bisa memproduksi gerabah yang bernilai seni tinggi dan diakui di dunia internasional.
detik.com
READ MORE - Berkompetisi Dengan Inspirasi ala Pengrajin Gerabah Bantul

Memilah Sampah Menuai Berkah

Keberadaan limbah tak selalu merugikan. Kejelian menangkap potensi dan sedikit sentuhan inovasi bisa menjadikan barang-barang bekas ini bernilai lebih.

Aneka kerajinan berbahan dasar limbah alias barang bekas banyak sekali dijumpai di pasar. Mulai dari eceng gondok, sabut kelapa, plastik minuman kemasan, karton bekas, kertas koran, kaleng bekas, kain perca, hingga modifikasi berbagai bahan dasar tersebut.

Menurut Tyas Nastiti, salah seorang perajin limbah, mengolah bahan bekas menjadi sesuatu yang punya nilai jual memang butuh kejelian.

“Seseorang itu mesti punya taste tentang seni dan menyukai craft. Dengan begitu dia akan kreatif mencari sumber bahan yang murah dan melimpah,” ujar mahasiswi Jurusan Desain Produk ITS yang mengolah barang bekas praktikum menjadi aksesori cantik.
Ia mengawali bisnisnya ini juga dari hobi. “Kalau namanya sudah hobi, inovasi apapun pasti akan digali. Awalnya saya memang suka aksesori, tapi harganya kok mesti mahal. Iseng-iseng mengolah dari sisa bahan praktikum di perkuliahan, seperti potongan kain, tali, pita, karton, plastik, kertas, manik-manik. Jadilah kalung-kalung cantik,” jelas Tyas.

Produk daur ulang yang beredar di pasar Surabaya jumlahnya sudah menjamur, bahkan tak sedikit yang diekspor. Namun, yang namanya kerajinan tangan, usianya rata-rata tidak terlalu lama tergantung bahan dasarnya.

Macam budaya latah, kerajinan dari bahan daur ulang gampang ditiru. Market-nya gampang jenuh. Apabila si pencetus ide tidak sigap berinovasi maka produknya sesegera mungkin ditinggalkan pasar. “Namanya hand made maka harus punya ciri khas yang tentu saja dipatenkan,” ucap lajang kelahiran 14 Desember 1990 ini.

Mengusung label Meralodist (singkatan dari ketiga orang penggagas usaha ini, Amera, Alodia, Nastiti), kalung buatannya ini melanglang hingga ke luar pulau.

“Paling jauh pembeli dari Aceh dan Lombok. Mereka beli 10-15 pieces. Harga per pieces rata-rata Rp 30.000-40.000. Kalau beli lebih dari 10 bebas ongkos kirim,” akunya. Ia mengaku tidak memroduksi terlalu banyak lantaran juga masih fokus studi.
Produksinya dibikin per tema. Urusan desain dipercayakan pada temannya. Per bulan bisa laku 100-150 pieces. Atas keuletannya itu, Tyas berhasil mendapatkan dana hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Dirjen Dikti sebesar Rp 6,9 juta.

Produksi By Order
Indar Nurtrihansyah, mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS pencetus kerajinan berbahan dasar serabut atau sabut kelapa mengaku, jika Jatim punya sumber bahan daur ulang yang melimpah. Nilai ekonomian produk daur ulang biasanya lebih baik apabila pengolahan dan packaging-nya juga menarik.

“Kita sering lihat sabut kelapa melimpah di pinggir jalan. Melalui seorang kenalan perajin di Malang, sabut itu bisa dipakai untuk craft. Sabut kelapa diproses dengan mesin press atau mesin gerinda, dicacah lalu dikeringkan untuk dijadikan serbuk seperti pasir,” jelas Indar.

Lalu ditempel di atas kertas karton yang telah dibentuk sesuai keinginan. Tempat tissue, box file, jam dinding, tabungan alias celengan, sampul buku suvenir dengan kertas daur ulang, serta kap lampu. Bagian atasnya dihias sesuai selera.

“Saya dan teman-teman yang menggarap usaha ini dapat dana PKM dari Dikti Rp 5 juta untuk pengembangan usaha. Awalnya dana yang kita kumpulkan cuma Rp 1 juta,” imbuh pria kelahiran Semarang 13 Februari 1989 ini.

Usaha yang digarap rame-rame dengan teman jurusannya ini dijamin tak mengganggu kuliah lantaran proses penggarapannya dilakukan saat weekend. “Kalau proses produksinya di Malang, karena bahan baku di sana banyak sekali. Ide, desain dan finishing dilakukan di Surabaya,” kata Indar. Pengembangan ide menggunakan desain animasi dan 3D.

“Berhubung masih sangat awal, kita produksinya by order. Belum punya galeri atau outlet khusus. Pemasarannya lebih aktif melalui website www.cocosnoot.com dan rajin ikut pameran,” ujarnya.
Harga jual per pieces cukup terjangkau, sekitar Rp 30.000. “Tapi kita juga terima order dengan desain sesuai keinginan pembeli. Semakin rumit desainnya tentu harga akan menyesuaikan,” katanya.
Dalam seminggu, ia dan kawan-kawannya bisa memroduksi minimal 20 pieces. “Selain untuk koleksi pribadi, biasanya produk kita dipakai untuk suvenir pernikahan,” ujarnya.

Salah satu penggemar produk daur ulang, Nina Wulandari mengungkapkan, nilai seni produk recycle amat tinggi. “Nggak heran kalau harganya agak mahal dibandingkan produk sejenis tapi bahan dasarnya bukan dari recycle,” kata gadis belia 17 tahun ini.

Kerajinan dari bubur koran, sandal dan tas dari bahan eceng gondok adalah koleksi produk daur ulang yang terpampang di rumahnya. “Yang ngenalin kerajinan daur ulang itu kakak aku,” pungkas Nina. Surya.co.id

READ MORE - Memilah Sampah Menuai Berkah

Orang Inggris 20 Persen Salah Kirim SMS

cewek sms
Anda pernah salah mengirim pesan singkat kepada orang lain? Jangan khawatir, demikian pula dengan orang-orang Inggris. Sebuah survei di Inggris menemukan sekitar 20 persen orang Inggris mengirim pesan singkat (SMS) dengan nada menggoda kepada orang yang salah.

Sekitar 10 persen tertangkap tangan sedang mengirimkan pesan singkat yang berbau rayuan. Warga Inggris berusia di bawah 25 tahun merupakan kelompok umur yang paling ceroboh. Sekitar 43 persen dari kelompok usia tersebut mengaku telah mengirimkan pesan kepada orang yang salah, baik perempuan maupun laki-laki memiliki kecenderungan yang sama.

”Orang menjadi cenderung ceroboh ketika mengirim pesan teks dan gambar,” kata Keir McConomy, Direktur Pelaksana SellMyMobile.com, yang mensponsori survei tersebut.

Survei yang melibatkan 1.097 pengguna telepon genggam itu juga mengungkapkan bahwa satu dari lima responden tidak berhasil atau tidak sempat menghapus data-data pribadi, seperti daftar nomor kontak, pesan-pesan, dan gambar-gambar, sebelum menjual telepon genggam mereka atau memberikan telepon genggam kepada pihak lain.
READ MORE - Orang Inggris 20 Persen Salah Kirim SMS

WoW Silikon Tumbangkan "Si Dada Supersentosa"

dada besarSheyla Hershey meraup risiko dari ambisinya. Gara-gara berhasrat memperbesar ukuran payudara lebih dari 38 triple K, perempuan model berusia 30 tahun ini mesti tumbang, jatuh sakit.

Warta The Sun, Rabu (14/7/2010), mengatakan, Hershey menjalani operasi penyuntikan silikon ke payudaranya beberapa waktu lalu. Alhasil, "Si Dada Supersentosa" ini malah tak berhasil.

Soalnya, implan payudara itu justru membikin dirinya mengalami demam tinggi berkepanjangan. "Sangat menyakitkan," kata perempuan yang jago cas cis cus lima bahasa, yakni Portugal, Spanyol, Italia, China, dan Inggris, ini mengisahkan pengalamannya.

Lantaran operasi itu pula, cewek Brasil yang kini menetap di Houston, Texas, AS, ini jadi susah bernapas. Boleh jadi, payudara "aduhai" itu menekan paru-paru dan tenggorokannya. "Mengerikan. Aku terpaksa beristirahat di tempat tidur sepanjang hari," ujarnya.

Oh iya, si seksi berambut pirang itu sudah merogoh fulus dari koceknya hingga 40.000 poundsterling demi "menggelembungkan" ukuran payudaranya. Ia juga nyaris menjalani kali ke-30 operasi untuk niatnya itu.

Guinnes Book of World Records pernah mencatatkan payudara Sheyla Hershey sebagai yang terbesar sejagad.kompas.com
READ MORE - WoW Silikon Tumbangkan "Si Dada Supersentosa"

Batik 'Nelson Mandela' Barang Mahal di Afsel

batik
Johannesburg - Batik menjadi barang ekslusif di Afsel. Gara-gara sering dikenakan oleh mantan Presiden Nelson Mandela dan sejumlah menteri, harganya melambung tinggi.

Batik yang dijual di Afsel memang bukan batik biasa. Bahannya khusus dan dibuat oleh desainer-desainer ternama.

Mandela pertama kali mengenakan batik setelah diberi oleh mantan Presiden Soeharto ketika melakukan kunjungan ke Indonesia. Setelah itu, Madiba--julukan bagi Mandela, selalu mengenakan batik, termasuk orang-orang di kabinetnya.

Sejak dikenakan Mandela, batik tersebut menjadi barang mahal. Hanya masyarakat kelas atas saja yang tertarik menggunakannya.

Sebagai contoh, di sebuah toko di kawasan Sandton, Johannesburg, harga satu potong batik tangan panjang bisa mencapai 2.000 rand atau setara dengan Rp 2 juta.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Afsel sedang berusaha keras agar publik di Afsel tahu jika batik yang dikenakan oleh pejuang anti-apartheid tersebut adalah produk Indonesia.

"Kita akan terus perjuangkan batik tersebut supaya masyarakat di Afsel mengenalnya dan menjadi produk andalan tanah air di sini," ujar Kedubes RI di Afsel, Syahril Sabaruddin ketika bertemu dengan sejumlah wartawan asal Indonesia yang meliput Piala Dunia.

Namun untuk menjual batik di Afsel bukanlah hal mudah. Sebab para pengusaha Indonesia masih memiliki citra negatif terhadap negeri yang kini dipimpin oleh Jacob Zuma tersebut.

"Afsel selalu mendapat citra negatif. Orang Indonesia tahunya kalau Afrika itu hitam dan kumuh, tapi Anda sudah melihat sendiri kenyataannya bagaimana. Mereka sangat maju dalam bidang perekonomian," papar Syahril.

Saat ini, nilai total perdagangan Indonesia dan Afsel mencapai USD 1,1 miliar. Ekspor yang dihasilkan mencapai USD 700 juta, sementara impor bernilai USD 400 juta.

Komoditi utama Indonesia yang dikirim ke negeri paling selatan di Afrika ini di antaranya adalah minyak kelapa sawit, produk garmen, karet, dan otomotif. Beberapa produk kreatif dari para perajin di Tanah Air juga menghiasi toko-toko .

"Batik memang masih minim. Tapi semoga lewat Piala Dunia ini dan lewat Mandela kita bisa meningkatkannya di tahun yang akan datang. Sebelum ada negara lain yang mengklaimnya lagi," tutupnya.Detik.com
READ MORE - Batik 'Nelson Mandela' Barang Mahal di Afsel

=>: Iklan Gratis Blogspot Instant

Title Web: Iklan Gratis Blogspot Instant
Labels: Bisnis
Web URL: http://eziklangratis.blogspot.com
E-mail address: cokpalanga@yahoo.co.id
Telp: 02174141560
City: Jayakarta
About: Posting iklan gratis instant langsung tayang dengan tampilan profesional seperti dipostkan oleh si pemilik blog.

Anda juga bisa menambahkan gambar yang otomatis akan menjadi thumbnail sehingga menghasilkan tampilan posting yang lebih rajin dan cantik.

http://eziklangratis.blogspot.com

Buat blog iklan gratis dengan blogspot yang lebih keren dan profesional menggunakan form custom!
--
--
Visitor Ip: 202.70.55.163

READ MORE - =>: Iklan Gratis Blogspot Instant

=>: Meningkatkan Penghasilan Adsense

Title Web: Meningkatkan Penghasilan Adsense
Ads: Bisnis
Web URL: http://bisnisonlinex.blogspot.com/2009/09/strategi-google-adsense_29.html
E-mail address: cokpalanga@yahoo.co.id
Telp: 02174141560
City: Jayakarta
About: Pelajari dengan benar bagaimana menghasilkan uang dari Google Adsense melalui video-video yang akan mengantarkan Anda menjadi adsense publisher sukses di Indonesia. Jika Anda seorang pemula, Anda wajib memiliki strategi ini jika ingin perjalanan bisnis online Anda tidak sia-sia!
--
Visitor Ip: 114.59.225.113
READ MORE - =>: Meningkatkan Penghasilan Adsense

=>: BISNIS ORANG DESA

Title Web: BISNIS ORANG DESA
Ads: Bisnis
Web URL: http://bisnisorangdesa.blogspot.com
E-mail address: parelove@gmail.com
Telp: 081123456789
City: Pare
About: bisnis oderen for villager
--
Visitor Ip: 202.70.55.163
READ MORE - =>: BISNIS ORANG DESA
 
© 2009 free space ads banner | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Framework | Design: Choen